“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh”
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Hidup. Tampilkan semua postingan

18 Sep 2013

Cara Sederhana Menangani Orang Yang Kesurupan di Dekat Kita

Kesurupan, Kesambet, atau sebutan lainnya menjadi marak terjadi belakangan ini. Sebenarnya hal ini bukanlah baru baru terjadi, sejak lama hampir disetiap daerah sampai lingkungan terdekat kita pernah ada kejadian tersebut hanya saja memang tidak terliput oleh media dan menjadi ramai untuk diperbincangan.
Naah bagaimanakah apabila disaat saat kondisi seperti sekarang ditengah canggihnya kemajuan teknologi dan perubahan gaya dan pola hidup masyarakat modern lalu disekitar kita terjadi hal tersebut yaitu kesurupan mahluk lelembut terjadi terhadap teman sekantor, keluarga dirumah, disekolah atau ditempat umum..yang kebetulan kita sedang ada disitu….berikut beberapa tips  dan metode sederhana mengatasinya :

Pertama kita harus mengerti betul dan memahami bahwa jin juga memiliki tingkatan keilmuan dan keimanan sama seperti manusia berbeda dengan Iblis, dan hakikat yang lebih penting lagi adalah kita Manusia memiliki derajat yang lebih tinggi daripada Jin. Jin yang biasa kerjaannya tiba-tiba merasuki tubuh manusia ini adalah jin jahil yang memiliki tingkatan paling rendah keimanannya senengnya nongkrong dan ngga ada kerjaan selain usil. Bila dibandingkan dengan dunia manusia ini adalah tipe manusia malas yang ga ada kerjaan selain iseng godain orang dan semaunya sendiri aja dalam bertindak. Jin model seperti ini paling tidak bisa di percaya omongannya, karena bisa memperdaya dan jago membohongi manusia saat merasuki tubuh manusia contohnya suka mengaku sebagai JIN MUSLIM, penunggu Pohon papaya, dan Kebon Singkong, dsb, sehingga kadang dengan leluasa prilakunya membodohi manusia disekitar yang kesurupan dengan cara meminta macem2 permintaan dari kopi pahit dan dan laen sebagainya, dan tanpa sadar banyak yang lupa dan terlena mengikuti mau dari permintaan jin tersebut.

Semakin tinggi Tingkatan jin yang ditakdirkan utnuk senantiasa menggoda manusia caranya sudah tidak lagi menggunakan cara murahan yaitu merasuki tubuh manusia yang tidak mengerti apa2. Jin dengan tingkatan yang lebih tinggi menggoda manusia dengan bersemayam di hati dan darah dengan terus membisik bisikan ajakan menuju kepada maksiat terhadap orang orang yang sholeh.
Sedangkan Jin yang memiliki keimanan dan soleh tidak mungkin mau mencampuri urusaannya dengan manusia karena ada tabir yang membatasi antara manusia dan Jin, Jin Muslim selalu sibuk beramal sholeh didunianya dan senantiasa terus berbuat kebaikan dari pada menembus tabir dan masuk ke tubuh manusia untuk sekedar bicara dan memberitahukan existensinya.
Kali ini kita tidak membicarakan tingkatan tingkatan jin dari yang paling rendah sampai ke tingkatan jin yang paling Tinggi dalam hal kemampuan dan teknologi seperti Jin Ifrit, tapi kali ini kita akan membahas cara menangani orang yang sedang dalam kondisi kesurupan dan itu terjadi di dekat kita dengan ruqyah Syar’iyah sederhana.

1.    Ketika ada orang yang kesurupan di dekat kita, baik itu keluarga teman tetangga atau siapapun hal yang paling utama buat kita adalah tenang dan tidak panic, bersikap biasa saja…karena Jin yang merasuki tubuh itu posisinya sama halnya dengan manusia, anggap aja orang asing yang datang yang mencoba membuat keributan, dan juga jangan takut dilukai ata dibunuh…karena pada saat itu yakini saja Jin tidak akan mau dan berani melakukan itu.

2.   Amankan orang yang kesurupan tersebut kedalam ruangan yang terbatas isinya (cukup untuk memegang saja agar tetap diam)…..jangan di muka umum apalagi jadi tontonan orang banyak. Semakin banyak yang melihat dan ramai yang menonton maka perilaku nih Jin akan menjadi jadi CAPERnya, dengan gerakan heboh, berteriak dan gerakan gerakan konyol yang gampang saja untuk mempengaruhi kita.

3.   Sebelum menanganinya Usahakan berwudhu dulu atau bersuci dahulu agae fresh dan tenang, mulailah dengan Ta’awudz, basmallah dan do’a perlindungan kepada Allah.

4.   Saat mulai menghadapinya Kuatkan mental dan keyakinan anda dan seyakin yakinnya bahwa kita adalah mahluk yang lebih tinggi derajatnya dari Jin dan Hanya Allah saja lah sebagai pelindung. Jangan terlihat lemah atau mencla mencle dalam bersikap dan harus tegas berani, mulailah bertanya dengan pertanyaan galak dan tegas seolah olah merendahkan martabat dia. Contoh “  NGAPAIN LO BIKIN RIBUT DISINI”!!, atau BIKIN MASALAH AJA, SIAPA KAMU COBA2 BIKIN RIBUT DISINI”, atau “ MAU CARI GARA GARA BIKIN ONAR, GA TAKUT CELAKA KAMU YA” jangan memulai dengan pertanyaan lemah lembut seperti…”Maaf kita masing2 aja ya jangan ganggu….Mbah, mba, siapa yaaa??, maaf maaf kalau ada yang salah…(apalagi) << yang seperti ini mudah dikelabui dan dikendalikan oleh Jin untuk selanjutnya.

5.   Boleh berkomunikasi namun jangan sekali kali tertipu daya dengan semua omongan yang keluar dari mulutnya contoh, jin : “saya ngga suka tempat saya dikencingi oleh teman kamu ini”....<< jawab aja dengan jawaban yang sama sekali mematahkan suasana dan membuat Jin tampak bodoh contoh “ KAMU ITU JADI JIN PINTER SEDIKIT DONG, NAMANYA ADA ORANG KENCING YA MINGGIR ATAU GESER KEMANA KEK, BUKANNYA SENENG DIKENCINGI”…..Dalam berkomunikasi nda usah lama lama lah buang buang waktu.

6.  Mulailah dengan Ancaman dan menyuruh keluar dan pergi dari tubuh orang yang kesurupan dengan Ultimatum contoh “SEKRANG KAMU PERGI KELUAR DAN PERGI YANG JAUH DEH, SY ITUNG SAMPE SEPULUH…KL KAMU GA MAU PERGI JUGA BERARTI KAMU MAU PAKE CARA YANG MENYAKITKAN”...kasih Tausiyah dikit “ ALLAH DAH NGASIH KAMU PERINGATAN MASIH SENENG AJA KAMU LANGGAR, TOBAT DEH SETELAH INI ATAU KAMU NYESEL KARENA TERBUKTI KAMU DAH GA TAKUT LAGI YE SAMA ALLAH…” BURUAN KELUAR…1…2…..3…

7. Sampai tahap ini biasa ada beberapa yang langsung keluar karena takut tapi ada juga yang masih ngeyel….(dalam kondisi ruang yang terbatas Jin lama lama jenuh juga karena ga dapet perhatian dari orang banyak, jadi ngapain juga dia berlama lama hinggap di tubuh orang…..berbeda kalau ini dilakukan diepan orang banyak dan jadi tontonan). Ada juga Jin yang mau mengikuti perintah kita dengan persyaratan seperti minta dibuatkan kopi atau air putih atau segala macem baru dia mau keluar dan pergi. Ada juga yang mulai berakting hebat dengan cara MENANGIS, MERONTA, DAN MEMINTA TOLONG TOLONG.., Pahamilah seperti tadi di awal, bahwa Jin ini segudang tipu muslihatnya jadi “ JANGAN PERNAH SEKALIPUN MENGABULKAN PERMINTAAN APAPUN DARI SI JIN, DAN JANGAN TERLENA DENGAN TANGISAN Dan RONTAAN” karena itu bagian dari tipu dayanya…Tetap lah bersikap tegas hanya satu kata..”NGGA PAKE INI ITU POKOKNYA KELUAAAARRR!!!

8.  Sampai tahap ini si Jin masih Ngeyel mulai lah dengan cara yang lebih keras yaitu, Tekan lah ujung ujung syaraf  di jari atau Pembuluh darah di bahu, Pundak,leher, atau kepala wilayah rambut,..pokoknya banyak pembuluh darah yang bisa kita tekan di sekitar bahu keatas. Karena Jin bersemayam di Pembuluh darah, berikan usiran yang tegas sambil menekan jari kita pada posisi pembuluh darah tadi… Ucapkan Ayat ayat Qur’an yang Kalian Hafal saja seperti ayat Kursi, surat An-naas, atau lainnya dengan lantang dan jangan ragu-ragu. Sampai sini Jin sudah merasakan sakit yang luar biasa dan minta ampun ampun, teruskan saja jangan di kasih ampun, akhiri  dengan tepukan dorongan di punggung atau pundak dengan telapak tangan sambil berteriak “ALLAHU AKBAR”. Insya Allah sampai sini tuh jin dah ngacir pergi dan ngga balik balik lagi.

9.  Namun apa yang terjadi bila hal diatas juga belum teratasi……”SABAAAR, karena jin juga bisa ngetes kesabaran kita, lakukan saja terus berulang ulang tanpa mengurangi ketegasan kita dan menjadikan kita lemah..(hal iini biasanya jarang terjadi). Jin tidak kuat dengan tekanan tekanan di pembuluh darah ditambah dengan ayat ayat Allah diperdengarkan, prinsipnya ketika Jin sudah masuk ke tubuh sesorang maka dia sudah bisa merasakan sakit seperti normalnya seseorang, bila anda jewer, cubit, tampar ringan, niscaya dia akan menjerit...

10.Setelah orang yang kesurupan siuman segera berikan minuman hangat, dan makanan untuk menguatkan energinya. Ingat, Jin hanya merasuki tubuh seseorang yang sedang dalam keadaan tidak fit atau sehat,  lemah secara fisik atau ruh dan psikologinya, selalu mencari titik lemah manusia…Jin pun milih milih kalau mau ngerasukin orang yang dituju untuk melampiaskan hasratnya untuk membuat tipu daya, membodohi manusia, dan pastinya dalam kondisi keramaian dan dihadapan orang banyak agar bisa meluluskan bakat actingnya didepan manusia.
“Kasarnya adalah bila ada yang kerasukan, masukin aja ke kamar trus tinggalin aja sendirian lalu cuekin…nanti juga bosen tuh jin jenuh karena ga tercapai misinya lalu pergi sendiri”..hanya saja kan kita juga harus menjaga kondisi orang yang dirasuki agar tetap baik.

Demikian tips sederhana untuk melakukan tindakan bilamana kejadian tersebut berlangsung didekat kita. Bukan bermaksud sok atau lainnya melainkan hanya menegaskan bahwa kita ini adalah mahluk mulia, tidak pantas untuk diperdaya oleh jin walaupun dalam usahanya tiada henti hentinya menggoda manusia. Hanya Allah saja yang menjadi pnolong kita, modalnya Hanya berani, yakin, dan tegas dalam bersikap…nda perlulah manggil orang pintar atau menyiapkan sesaji hanya untuk mengusir jin pada orang yang kesurupan, karena seungguhnya kita mampu.

Dalam melakukannya ga usah ragu sama diri kita sendiri…pokoknya Go and action saja…Dulu pengalaman waktu kuliah pernah LDK kampus ketika di lapangan ada rombongan pramuka yang kesurupan massal dengan jumlah ratusan orang…disana dah ga kepikiran lagi manggil siapa-siapa, yang ada sy dan teman2 harus bahu membahu menolongnya dengan gagap dan bingung bertanya bagaimana caranya…yang ada yaa, baca surat seadanya…pijit2 trus jewer, cubit, sampe tampar tampar pipi yang kesurupan sambil ngecengin Jinnya…..dan Alhamdulillah dengan izin Allah pergi semua satu persatu.

Begitu juga pengalaman dirumah terjadi dengan pembantu saya yang kesurupan Jin yang ngaku kuntil anak lapangan depan rumah..saat depan rumahku masih lapangan, spontan aja turun dari vespa wudhu trus bawa kekamar bersama ibu dan tetanggaku mulai lah disitu melkukan cara2 diatas tadi…walaupun pembantuku melotot melotot sambil mengancam aku pun tak kalah melotot balik karena kupikir aku lebih serem dari dari dia…..benar saja dia berhenti melotot dan menunduk lalu ganti acting dengan menangis berteriak sakit perut, aku tidak peduli lalu totok lagi dengan keras , sambil mengerang ampun ampun sambil kubilang…Pergi Ngga!!

Alhamdulillah lagi lagi dengan Izin Allah pergi tuh kuntilanak…..Saat itu tetanggaku yang lain sudah sempat manggil orang pintar sebelum aku sampe rumah, ketika orang pintar sampai kerumah ku, orang yang ada di luar kamar dan orang pintar kaget juga karena sudah selesai tertangani olehku..dikiranya aku punya ilmu juga padahal mah kaga ngapa ngapain…

Pengalaman pengalaman ini jadi bekal dan pelajaran untuk suatu saat terjadi dengan teman teman atau orang disekitarku…. Semoga bermanfaat


sumber: http://agussetiawan-onpapers.blogspot.com/2012/02/tips-dan-metode-menangani-orang-yang.html
read more

14 Jul 2013

Bagimana Setelah Selesai Mandi Junub Keluar Sisa Air Mani, Wajibkah Mandi Lagi?

Pertanyaan:
Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz taufik ysh,
mohon bimbingannya untuk permasalahan hadast. adapun pertanyaan saya adalah berikut
1.Kebiasaan saya ketika selesai mandi dan langsung melanjutkan wudhu untuk sholat apakah hukumnya jika tidak sengaja melihat kemaluan kita. Apakah membatalkannya atau tidak.
2. Apakah dalam proses mandi junub tp keluar sisa air dari kemaluan harus diulang kembali prosesnya. Harap maklum dengan keterbatasan ilmu saya ustadz. Mohon bimbingannya.terima kasih

Jawaban:

(Oleh Ustadz Taufik Hamim Effendi, Lc. MA)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Untuk menjawab pertanyaan yang pertama, bila anda melihat kemaluan anda sendiri baik disengaja atau pun tidak, tentu tidak akan membatalkan wudhu dan juga tidak berdosa. Namun kalau yang dilihat itu kemaluan orang lain maka berdosa, kecuali yang anda lihat itu adalah kemaluan isteri anda sendiri atau seorang isteri melihat kemaluan suaminya, maka ini boleh dan tidak juga tidak membatalkan wudhunya. Selanjutnya kalau anda sudah sudah shalat, shalat anda sah dan tidak perlu diulang karena memang wudhu anda tadi tidak batal.

Kemudian untuk pertanyaan anda yang kedua, perlu kita ketahui bahwa ulama bersepakat bahwa orang yang mimpi basah namun saat dia bangun tidak terdapat bekas air mani yang keluar maka tidak wajib mandi baginya. Setidaknya kita mengenal wajib mandi minimal bila:
  • Melakukan hubungan badan (jima’) dengan suami atau isterinya walaupun tidak sampai keluar air mani.
  • Mimpi indah atau mimpi basah lalu keluar air mani dari kemaluannya.
  • Selesai haidh dan nifas bagi seorang wanita.
Cairan yang keluar dari kemaluan seusai mandi wajib jika keluarnya tidak dengan syahwat berikutnya, ini termasuk sisa dari air mani sebelumnya maka tidak wajib mandi lagi, cukup dengan membersihkannya dengan air. Bila sudah berwudhu dan masih juga ada yang keluar walau pun sedikit maka cukup dibersihkan dan mengulang wudhunya.

Demikian saudara Rahmat A, semoga Allah SWT selalu menambahkan pemahaman agama dan menerima amal ibadah kita semua. Amin. Allahu a’lam bishshawab.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/selesai-mandi-junub-keluar-sisa-air-mani-wajibmandi-lagi.htm#.UeLT86z-mzc
read more

Apa Hukumnya Bila Selesai Shalat Malam Ingat Belum Mandi Wajib, Sahkah?

Pertanyaan:
Assalamu'alaikum…. Ustadz mau tanya
” apakah jika sholat malam yang dilakukan syah atau tidak jika lupa mandi zunub (semalam berhubungan dengan istri )  ?

Jawaban:
(Oleh Ustadz Taufik Hamim Effendi, Lc., MA)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Orang yang melaksanakan shalat, baik shalat wajib atau pun shalat sunnah tanpa bersuci sebelumnya, baik bersuci dari hadats kecil dengan cara berwudhu atau bersuci dari hadits besar dengan cara mandi wajib, maka shalatnya tidak sah.

Allah SWT hanya akan menerima shalat kita bila dalam keadaan suci. Bila dalam keadaan junub maka harus mandi sebelumnya lalu berwudhu.
“وإن كنتم جنبا فاطهروا”.
“Jika kamu dalam keadaan junub maka bercilah (mandi)”. (QS. Al_Ma’idah: 6)
Di dalam hadits disebutkan bahwa Allah SWT hanya akan menerima shalat kita bila dalam keadaan suci.
“لا يقبل الله صلاة بغير طهور”.
“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci”. (HR. Muslim)

Dalam kasus yang anda ceritakan di atas, bila seseorang berhubungan dengan isterinya lalu setelah bangun malam dia melaksanakan shalat tahajjud dan dia lupa mandi junub. Setelah selesai shalat dia ingat bahwa sebelumnya telah menggauli isterinya, maka shalatnya tidak sah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pertama: Bila waktu shalat tahajjud belum berlalu maka terlebih dahulu dia mandi hadats besar atau mandi wajib atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘keramas’, kemudian dia bisa mengulang kembali shalat tahajjudnya.

Kedua: Bila waktu shalat tahajjud sudah berlalu dan waktu subuh sudah tiba maka dia tidak perlu mengulanginya karena shalat tahajjud bukan termasuk shalat wajib.

Ketiga: Bila shalat malam yang dimaksud adalah shalat isya maka dia wajib mengulang shalat isya tersebut, baik waktunya belum berlalu ataupun sudah berlalu karena sudah masuk waktu subuh, karena shalat isya termasuk shalat lima waktu yang wajib kita kerjakan. Allahu a’lamu bishshawab.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/selesai-shalat-malam-ingat-belum-mandi-wajib-sahkah.htm#.UeLU2az-mzc
read more

Mengirim Pahala Tilawah Quran ke Orang Tua Yang Sudah Wafat, Bolehkah?

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb, ustadz saya mau bertanya, bila kita telah membaca al qur’an lalu kita berdoa kepada Allah SWT agar pahala dari bacaan saya agar mengalir juga kepada orang tua kita yang sudah wafat, dibolehkan atau tidak mohon penjelasannya, trmksh.

Jawaban:
(Oleh Ustadz Taufik Hamim Effendi, Lc., MA)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Memang tidak didapati dalil secara sharih (Eksplisit) baik dari Al-Quran mau pun dari sunnah Rasulullah SAW yang membolehkan ataupun melarang seseorang menghadiahkan pahala bacaan Al-Quran kepada orang yang sudah meninggal. khususnya untuk kedua orang tua kita yang sudah wafat.

Namun sebelum masuk pada jawaban, baiknya kita ketahui terlebih dahulu pejelasan berikut:

Pertama: Para ulama bersepakat (ijma’) bahwa mempersembahkan pahala sedekah akan sampai kepada si mayit dan bermanfaat untuknya. Ibnu Katsir berkata: “Adapun doa dan sedekah adalah sebagai kesepakatan (Ijma’) para ulama bahwa pahalanya sampai kepada si mayit dan ini ada landasan syar’inya”. Ini berdasarkan hadits:
“إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له”.
“Jika anak Adam mati maka amalnya terputus kecuali tigal hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih”. (HR. Muslim). Ketiga hal tersebut adalah merupakan usaha, jeri payah dan amalnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain: 

“إن أطيب ما أكل الرجل من كسبه وإن ولده من كسبه”.

“Sesungguhnya makanan terbaik yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya dan sesungguhnya anaknya merupakan bagian dari usahanya”. (HR. Nasa’I dan Abu Daud)

Kedua: Para ulama berbeda pandangan dalam hal menghadiahkan pahala membaca Al-Quran untuk si mayit, apakah boleh, sampai kepada si mayit dan bermanfaat baginya?

Secara umum paling tidak ada dua pendapat yang berbeda dalam menyikapi kasus yang anda tanyakan.
Pendapat pertama mengingkarinya dan mengatakan tidak boleh menghadiahkan pahala membaca Al-Quran kepada orang sudah meninggal karena ini merupakan suatu yang tidak bermanfaat sama sekali bagi si mayit dan pahalanya tidak sampai kepadanya.
Diantara dalil mereka:
  1. Firman Allah SWT:
“وأن ليس للإنسان إلا ما سعى”.
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. (QS. An-Najm: 39) Maksud dari ayat ini adalah bahwa bacaan untuk si mayit bukan bagian dari amal dan usahanya, karena Rasulullah SW tidak menganjurkan umatnya untuk melakukannya.
  1. Firman Allah SWT:
“لها ما كسبت ولكم ما كسبتم ولا تسألون عما كانوا يعملون”.
“Baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al-Baqarah: 134)
  1. Hadits Rasulullah SAW:
“إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له”.
“Jika anak Adam mati maka amalnya terputus kecuali tigal hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih”. (HR. Muslim).
Hadits ini menerangkan putusnya amal bagi orang yang sudah mati kecuali tiga hal yang disebutkan di hadits ini dan menghadiahkan pahala bacaan Al-Quran tidak termasuk di dalamnya.
Pendapat kedua mengatakan bahwa ini merupakan susuatu yang dibolehkan dan dapat bermanfaat bagi si mayit dan pahalanya akan sampai kepadanya.
Diantara dalil mereka:
  1. Firman Allah SWT:
“والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم ومآ ألتناهم من عملهم من شيء”.
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucuk mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucuk mereka dengan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka…”. (QS. At-Thur: 21).
Mereka mengatakan bahwa ayat ini menunjukan bahwa Allah SWT akan menghubungkan anak orang mukmin dengan ayah mereka yang mukmin pula dan ini sebagai dalil bahwa manusia bisa mengambil manfaat dari usaha atau amal orang lain.
  1. Hadits Rasulullah SAW:
“إن الميت ليعذب ببكاء الحي”.
“Sesungguhnya mayit pasti akan mendapatkan azab disebabkan tangisan (keluarganya) yang masih hidup”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka mengatakan juga bahwa tangisan ini dapat memberikan mudharat kepada si mayit maka bacaan Quran pun akan dapat memberikan manfaat, dan Allah Maha Mulia dari sekedar menyampaikan hukuman perbuatan maksiat kepadanya (mayit) dan menghalangi pahala baginya.

Pendapat kedua ini juga mengatakan: “Tidak ada larangan menghadiahkan pahala membaca Al-Quran dan pahala amal shalih lainnya”. Mereka mengqiyaskan hal tersebut dengan sedekah dan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Ibnu Shalah rahimahullah suatu hari pernah ditanya: “Apakah diperbolehkan seseorang membaca Al-Quran  dan dia hadiahkan (pahalanya) untuk kedua orang tauanya dan kerabatnya secara khusus dan bagi kaum muslimin secara umum…?”.

Beliau menjawab : “Ada perbendaan pendapat di kalangan ahli fiqih tentang membaca Al-Quran tersebut, dan mayoritas membolehkannya. Dan hendaknya dia mengucapkan “Ya Allah sampaikan pahala yang aku baca ini untuk si fulan”. Dan barang siapa yang menginginkannya bisa dia jadikan sebagai doa…”.

Imam Nawawi rahimahullah juga pernah ditanya: “Apakah pahala sedekah, doa atau bacaan Al-Quran akan sampai ke mayit?”.

Beliau menjawab: “Pahala doa dan pahala sedekah akan sampai kepadanya sesuai dengan ijma’ ulama. Dan ada perbedaan ulama dalam hal pahala bacaan Al-Quran, Imam Ahmad dan beberapa sahabat Imam sayafi’i berkata: “Sampai”. Imam Syafi’i dan kebanyak (pengikut Imam Syafi’i) : “Tidak sampai”.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah pernah ditanya: “Jika seseorang membaca ayat Al-Quran dan menghadiahkannya kepada orang sudah meninggal apakah sampai atau tidak? Apakah si mayit mendengar atau tidak?”.

Beliau menjawab: “Perbedaan dalam hal ini sudah masyhur (terkenal). Namun yang lebih utama adalah si pembaca berdoa “Ya Allah jika Engkau menerima amal saya dalam membaca Al-Quran ini maka jadikan pahala dari-Mu ini untuk si fulan. Dan jika dia berdoa “jadikan pahalanya untuk si fulan” maka ini yang menjadi perbedaan pendapat. Perkataan pertama sebagai doa jika Allah berkehendak Dia akan menerimanya dan jika Dia berkehendak dia tidak menerimanya, dan jika pahalanya sampai ke mayit pasti akan bermanfaat”.

Jadi masalah ini memang sudah menjadi pembahasan para ulama sejak lama, kita bisa mengambil dan mengikuti pendapat yang kita yakini benar. Dan yang terpenting adalah Al-Quran jangan hanya kita jadikan sebagai pengirim hadiah pahala namun mari kita pelajari, baca, tadabburi dan amalkan.  Selanjutnya jangan sampai ketika kita berbeda dalam hal yang masih menjadi perbedaan pendapat ini membuat hubungan sebagai sesama Muslim menjadi renggang dan silaturrahim serta ukhuwah jadi terputus. Justeru saatnya kita bisa bersikap lebih dewasa dan juga kita bisa menghormati saudara kita yang lain yang tidak sependapat dengan kita.  Allahu a’lam bishshawab

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/kirim-pahala-tilawah-quran-ke-orang-tua-yang-sudah-wafat-bolehkah.htm#.UeLUx6z-mzc
read more

Bagaimana Hukumnya Gaji Bekerja di PUB Malam

Pertanyaan: 
 
Assalamualaikum ustad… 
Saya ingin menanyakan perihal gaji dan pekerjaan saya di tempat saya bekerja saat ini. Dimana tempat saya bekerja adalah pub tempat malam dan tempat penjualan khamr. Dimana yang saya ketahui, bahwa menjual, menuangkan, dan memberikan khamr adalah haram. Namun tugas saya disana melainkan sebagai seorang teknisi sound untuk sesi hiburan band. Yang ingin saya tanyakan adalah : apakah gaji yang saya terima itu halal? Mengingat pembayaran gaji di berikan dari hasil penjualan khamr?
Syukron jawabannya…
Wassalamualaikum


Jawaban:
(oleh Ustadz Taufik Hamim Effendi, Lc., MA)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah melimpahkan kasih sayangnya kepada kita semua. Alhamdulillaah anda sudah mengetahui bahwa meminum, menjual, menuangkan, dan memberikan khamr adalah haram.

Islam mengajarkan agar semua yang kita konsumsi dapat diperoleh dari sumber dan cara yang baik dan halal. Tentu ini terkait dengan tempat dan cara kita mendapatkan dan menghasilkan uang.  Di mana banyak pekerjaan dan tempat orang mencari nafkah, baik yang halal atau pun yang haram.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar mengkonsumsi sesuatu halal, dan sebelumnya Allah SWT juga telah perintahkan hal itu kepada para Rasul, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا ، وإن الله تعالى أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين ، فقال: (يآأيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا) وقال تعالى :  (يآأيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم)، ثم ذكر الرجل يطيل السفر : أشعث أغبر ، يمد يديه إلى السماء : يا رب يا رب ، ومطعمه حرام ، ومشربه حرام ، وملبسه حرام ، وغذي بالحرام ، فأنى يستجاب له؟”.

 “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik (halal). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang beriman dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para rasul. Dia berfirman: “Wahai para rasul, makanlah kalian dari yang baik-baik (halal) dan beramal shalihlah.” Dia pun berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari yang baik-baik (halal) dari apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian.” Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan yang panjang, dalam keadaan berambut kusut lagi berdebu. Ia membentangkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Rabbku, wahai Rabbku!” Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia diberi makan dari yang haram, lalu bagaimana doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim)

Dan diantara tempat yang tidak baik untuk mencari nafkah adalah tempat yang bersentuhan dengan khamr, bukan saja dalam hal meminumnya namun lebih luas dari itu.
Silahkan saudara LA perhatikan hadits-hadits berikut:

“لعن الله شارب الخمر، وساقيها، وعاصرها، ومعتصرها، وحاملها، والمحمولة إليه، وبائعها، ومشتريها، وآكل ثمنها، والمشتراة له”.

“Allah telah melaknat khamar, peminumnya, yang menuangkannya, pemerasnya, yang diperas (bahan pembuat khamar), orang yang membawanya, dan orang yang dibawakan kepadanya, penjualnya, pembelinya, yang memakan harga (uang) nya dan orang yang dibelikannya.” (HR. Abu Daud)

“لعن رسول الله صلى اللهُ عليه وسلم في الخمر عشرة عاصرها ومعتصرها وشاربها وحاملها والمحمولة إليه وساقيها وبائعها وآكل ثمنها والمشتري لها والمشتراة له”.

“Rasulullah SAW melaknat sepuluh hal dalam perkara khamr: pemerasnya. Bahan yang diperas, peminumnya, pembawanya, orang yang dibawakan, penyajinya, penjualnya, yang memakan harga (uang) nya, pembelinya dan orang yang dibelikannya”.  (HR. Tirmidzi)

Dari hadits-hadits di atas sangat jelas sekali bahwa hasil dari penjualan khamr haram akan mendapatkan laknat dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
Tempat anda bekerja saat ini bukan lah tempat yang baik dalam mencari nafkah karena di dalamnya banyak sekali praktek maksiat yang berlangsung di sana. jadi profesi anda saat saat ini masuk kepada ketegori mengundang dosa, diantaranya karena saling bantu dan kerjasa sama dalam perbuatan dosa. 

Solusinya?
Kalau kita ingin bahagia, tenang dan mendapatkan kenyamanan dari gaji yang kita terima, maka kita harus terus berusaha dan berusaha mencari pekerjaan yang jauh lebih terhormat. Jadi tidak boleh bekerja di tempat seperti yang anda sebutkan, karenanya anda harus terus berusaha dan bersabar dalam mencari pekerjaan baru yang baik dan halal serta berkah walau pun mungkin saja secara gaji masih di bawah gaji anda saat ini. Atau bisa jadi Allah SWT akan memberikan lapangan pekerjaan yang baik dan halal serta gaji jauh lebih besar dari gaji anda saat ini.

Kalau anda takut kepada Allah SWT, maka Dia akan memberikan jalan keluar atas segala permasalahan hidup anda saat ini, Dia akan memberikan rejeki dari yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya, Dia akan memberikan segala kemudahan atas keinginan dan harapan terbaik anda.
Kami ikut mendoakan semoga Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang segera memberikan solusi terbaik bagi khususnya bagi saudara LA dan Netters Eramuslim yang kebetulan bekerja di tempat yang tidak baik atau berpenghasil yang tidak halal. Amin, Wallahu a’lam bishshawab

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/status-gaji-bekerja-di-pub-malam-sebagai-soundman.htm#.UeLUtqz-mzc
read more

19 Apr 2013

Renungan, Mari Hitung Harga Nafas Kita

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmannirrahim,

Sahabatku ..

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25rb/ltr,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 9.950/ltr.

>> Taukah kita Bahwa <<

Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-

-------------
Total biaya sehari - = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 thn 365 hari maka biaya utk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-


Jika harus dihargai dengan Rupiah
maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup,
akan mencapai Rp.185Juta lebih/hr/manusia.

Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.185 Juta,
Maka sebulan Rp.5,5M/org, setahun Rp.67,5 Milyar /org
sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini?
dan.... berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu
jika udara yang kita hirup harus dibayar?

SUBHANALLAH ..

Sungguh manusia pada hakekatnya
sangat LEMAH & TIDAK LAYAK BERLAKU SOMBONG di muka BUMI ini ..

Orang yang paling KAYApun tidak akan sanggup melunasi biaya Nafas hidupnya,

Masihkah kita belum mau BERSYUKUR , dan BERSIMPUH SUJUD untuk NYA ..

Baru nafas saja kita sudah semestinya menghabiskan Rp.185.191.200,-/hari
dan itu GRATIS dari Allah

Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.

Sahabatku ...

Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah,

قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَ?نِ ? بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ

“katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).


وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.An-Nahl 16:18)

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim 14:34)

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Sungguh ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang akan kita dustakan?

Masihkah kita belum mau BERSYUKUR , dan BERSIMPUH SUJUD untuk NYA

Wallahu'alam,
Barakallahufikum ...
read more

22 Apr 2012

Belajar Menerima Ketika Cinta Ditolak, dari Sayyid Quthb

Dialah Ulama dan Mujahid yang berani mendobrak hegemoni Sosialisme Mesir. Tumbuh dalam rimba kejahillayahan modern dan bergeming untuk turut andil melestarikannya. Walau kesenangan itu sudah berada di depan matanya. Walaupun tahta sudah siap menampuk tubuhnya. 

Kursi-kursi dunia itu disediakan untuk Sayyid Quthb asal ia bersedia mengakui bahwa kedaulatan Islam belumlah final. Bahwa sistem buatan manusia adalah jalan suci. Parlementari merupakan paras molek membangun kejayaan hidup. Namun apa kata Sayyid? Ia menolaknya. Baginya, rasa sosialisme, nasionalisme, bahkan demokrasi lebih pahit dari kehinaan dunia: sumir!

Sayyid Quthb menolak menafsirkan kata tauhid hanya sekedar pengakuan lisan bahwa Allah adalah Tuhan. Doktor Sastra dari Darul Ulum ini mempelajari Qur’an lebih mendalam, dan ia menyimpulkan bahwa makna tauhid lebih dari itu.

Baginya tauhid sudah satu paket dengan keharusan menjalankan hukum-hukum Allah (baca: tauhid hakimiyyah) dan menolak bergabung dalam barisan oposisi tauhid. Memaknai tauhid dalam dua jurang antara al-haqq dan al-bathil yang coba disatukan adalah barisan absurditas yang sama sekali tidak akan mampu membawa Islam jaya. Meskipun itu demi “maslahat dakwah”. Sekalipun itu memakai “baju” Islam.
Sayyid sudah tahu ukuran “baju” apa yang pas baginya, tidak lain adalah pengakuan Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan kewajiban untuk mengindahkan pencampuran antara hukum Allah dengan hukum positif (baca: hukum buatan manusia).

Untuk menyadarkan saudara-saudaranya, sampai-sampai ia harus menulis satu bab penuh dalam buku Dirosah Islamiyah-nya, “Ambil Islam seluruhnya atau tidak sama sekali!”

Ya Sayyid Quthb, dia bukanlah ikhwan pada umumnya. Ia bukan juga ikhwan yang mudah disetir. Membolak-balik tafsir Qur’an demi tujuan dunia. Duduk satu meja dengan musuh-musuh tuhannya, dan keluar dengan titah bahwa Islam boleh disisipi dengan isme lainnya. Itu sama saja memalukan Umat Nabi Muhammad saw.

Baginya, pengalaman meneliti kebobrokan sistem pendidikan dan moral di Amerika sudah memberinya kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya jalan. Bagi Quthb, produk Undang-undang buatan manusia tidak akan pernah bisa sama sekali mengantarkan manusia ke jalan Tauhidullah. Parlemen adalah ruangan tergelap di dunia, dimana ketika manusia memasukinya, ia akan tersesat dan sulit untuk mencari pintu keluar.
Mesir menjadi murka. Negara dengan cap Musolini rasa Arabia itu, meminta hidup Sayyid segera diakhiri. Apapun resikonya. Sayyid adalah bedebah bagi tirani sekularisme, namun angin semilir dalam bumbu jihadi yang menyejukkan dan mustahil berganti. “Selamat datang kematian di jalan Allah, selamat datang kehidupan abadi” ucap Sayyid dalam detik-detik menjelang syahidnya di tiang gantungan.

Perjalanan Cinta Sayyid Quthb: Jatuh Bangun Menjemput Kasih Sayang Allah

Namun dalam deretan kisah heroik itu Sayyid tumbuh dalam bingkai manusia natural. Pemuda yang memiliki niat untuk menikah memang banyak, tapi menikah dengan cara Islam dan memulai prosesnya lewat jalur tunggal berupa keikhlasan sebagai manifestasi cinta kepada Allah adalah minimum. Cinta menjadi dua sisi mata uang dalam kehidupannya: kesedihan dan ketakwaan. Tapi Sayyid Quthb tetap tegar, sekalipun dirinya mengalami dua kali jatuh cinta dan dua kali patah hati.

Seperti dikutip dari berbagai penulis yang mengambil kisah kehidupan Cinta Sayyid Quthb pada sebuah tesis mengenai dirinya, kisah cinta Quthb berjalan pertama kali saat seorang gadis datang mengetuk pintu hatinya. Dialah gadis pertama yang membangkitkan kerinduan Sayyid untuk menautkan cintanya. Embun cinta itu datang dari desa kelahiran.

Namun tiga tahun sejak beliau harus menjauhkan raganya dari gadis pujaan ke Kairo untuk menuntut ilmu agama, gadis tersebut ternyata memilih menyerahkan cintanya kepada orang lain. Sayyid merasa terpukul mendengar berita ini. Tak kuasa menahan sedih, seguk tangis tak terbendung.

Sangat dimaklumi bagaimana rasanya merelakan kepergian embun cinta pertama yang pernah mengisi relung jiwanya, yang pernah melambungkan asa dan melejitkan potensi kebaikannya. Cinta pertama memang indah, namun sakitnya menusuk ulu hati hingga menganga.

Embun cinta kedua lahir, menyejukkan dan membangkitkan kembali kerinduaan jiwa Sayyid untuk menautkan cintanya karena kecintaan kepada Allah. Gadis kedua ini berasal dari Kairo. Mengenai gadis ini sang Sayyid pernah menggambarkan bahwa paras gadis ini tidaklah buruk namun gagal untuk dibilang cantik. Nampaknya ada pesona lain yang memikat Sayyid sehingga merindukannya. Mungkin tatapan menyejukkan yang dibawa embun cinta ini.

Sayangnya, lagi-lagi takdir tidak bermurah hati dengan cinta sang Sayyid. Di hari pertunangannya, Sayyid seakan disambar petir, pasalnya gadis tersebut sambil menangis menceritakan bahwa Sayyid adalah orang kedua yang hadir dihatinya. Perkataan gadis itu seakan meruntuhkan harapan sang Sayyid untuk mendapatkan gadis yang perawan fisiknya, perawan juga hatinya.

Sayyid akhirnya memutuskan hubungan dengan gadis Kairo tersebut, pergi membawa raganya jauh dari embun cintanya. Raga Sayyid boleh saja menjauh, namun jiwanya ternyata tak mampu melepaskan pesona sang embun cinta. Selanjutnya apa yang terjadi? Sayyid tenggelam dalam penderitaan jiwa yang selalu dibawa atas nama cinta.

Kesedihan bercampur kerinduan ternyata lebih menyiksa Sayyid dibanding goresan pedang yang menyayat tubuhnya. Akhirnya Sayyid mengorbankan idealismenya kemudian pergi menjemput dan rujuk kembali dengan gadis pembawa embun cinta tersebut. Namun sayang, kali ini gadis itulah yang menolak cinta sang Sayyid.

Perih bukan main gejolak rasa yang dialami Sayyid. Ada banyak puisi yang lahir dari penderitaan yang dirasakan Sayyid tersebut. Bahkan tercipta roman-roman yang merupakan bayang-bayang romansa cinta tersebut. Inilah peristiwa kedua yang membuat luka batin sang Sayyid. Saat harapannya menggantungkan cinta terputus oleh kekuasaan takdir. Menorehkan luka yang menganga menabur kepedihan.

Namun bukan Sayyid Quthb namanya bila beliau harus hancur gara-gara cintanya yang terhempas takdir. Dengan kebesaran hati dan sikap husnudzon terhadap takdir Allah, tanpa menafikkan kesedihan yang melanda hatinya, beliau berujar kepada sang Pemilik takdir “Apakah dunia tidak menyediakan gadis impianku? Ataukah pernikahan tidak sesuai dengan kondisiku?”.

Saat cinta yang dirindu tak kunjung menerimanya, maka beliau menggantungkan seluruh cintanya pada Dzat yang selalu mencintainya, yang cintanya tidak akan pernah terputus, yang cintanya kekal abadi. Cintanya Allah.

Ya, Allah. KepadaNyalah beliau menumpah ruahkan seluruh cinta dan mimpi-mimpinya yang tertolak takdir, sambil berlari menjemput takdirnya yang lain.

Yang luar biasa adalah, Asy-Syahid sadar dirinya berada dalam realitas. Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan tanpa aral. Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta.

Ternyata energi itu tidak jauh-jauh dari kehidupannya, Allah lah Energi yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun. Dan di penjara itulah beliau dengan gemilang berhasil menulis tafsir Fi Dzhilalil Qur’an dengan cinta. Sebelum akhirnya harus meregang nyawa di tiang gantungan. Sendiri! Dengan cinta yang sudah tertumpah ruah semua untuk Rabbnya, hanya kepada Rabbnya.

Bahkan dalam novel Duri Dalam Jiwa yang ditulis Sayyid pada tahun 1947 sebelum Sayyid Quthb bergabung dalam gerakan Ikhwanul Muslimin. Sayyid sukses menunjukkan kepiawaiannya dalam mengolah kata dan menyajikan konflik yang pekat dengan empati, melibatkan ilmu jiwa dan penghayatan mendalam. Sulit untuk berhenti sejenak membacanya karena takut kehilangan feel yang telah didapat.
Dalam novel ini kita diajak untuk merasai lika-liku perasaan manusia dalam mengolah suatu rasa y
ang disebut cinta, cinta antar manusia. Kita diajak menyelami dalamnya cinta dan kebodohan sekaligus tarikan magnetisnya. Kita diajar untuk menjadi pecinta sejati yang tidak takut untuk berproses mengubah rasa tidak suka menjadi rasa suka, benci menjadi cinta.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 216)

Begitu dalam dan lembutnya Sayyid Quthb dalam bermain kata, pembaca mungkin memerlukan pikiran jernih untuk menangkap pangkal konflik. Mengutip dari pengantar dalam buku ini, di dalam novel ini, Sayyid Quthb secara halus dan lembut mengisyaratkan betapa pentingnya arti keperawanan seorang gadis, karena begitu hal ini diragukan maka persoalan pelik pun akan muncul. Ada perasaan terhina dan luka hati bagai tertusuk duri dan dapat menjadi beban sepanjang hidup.

Membaca buku ini menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Begitu banyak hikmah implisit dalam tiap lika-liku perasaan para tokoh yang dihadirkan: cinta, kejujuran, ketulusan, pengorbanan, kepasrahan, dan keberanian.

Problematika Cinta: Sebuah Refleksi

Kita mungkin pernah sama-sama merasakan layaknya seperti Sayyid Quthb bahwa ada suatu fase dalam hidup kita saat dimana pikiran, hati, kaki, tangan, dan jiwa kita disinggahi oleh cinta. Bahkan kita juga sempat mencicipi bagaimana segala kebahagiaan hidup ditentukan dari kesuksesan cinta dalam balutan standar manusia.

Pada konten ini kemudian cinta berubah menjadi sayembara yang kerap melontarkan kata-kata penjara jiwa seperti “Hidup kita hancur tanpa keberhasilan menaklukan cinta”. Sedangkan, remaja kerap berkata, “Jika mempunyai kekasih, belajar rasanya akan lebih termotivasi”. Malah bisa jadi ada sumpah serapah yang terlontar kepada laki-laki atau perempuan yang telah mengkhianati cinta kita.

Ikhwatifillah, tanpa disadari ternyata kita sudah meletakkan sesuatu yang pasti kepada manusia yang lemah, individu yang justru tak tahu masa depan itu sendiri!

Ketika kita mulai menjajakan cinta dan menggantungkan harapan cinta itu kepada manusia, yakinlah ikhwah, yang ada hanyalah kekecewaan, karena kemampuan manusia sangatlah terbatas. Ia tidak bisa memastikan, lebih-lebih menjadi penentu takdir kita. Padahal manusia tetaplah manusia dengan segala kelemahannya.
Adagium, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga bukan sekedar pepatah dalam rangka mengingatkan ikhtiar manusia, karena pada kenyataannya, Allah telah menggariskan kemampuan manusia jauh sebelum adagium itu hadir. “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”(QS. An-Nisa [4] : 28).

“Allah telah menciptakan kalian lemah, kemudian menjadi kuat, lalu setelah kuat kalian menjadi lemah dan tua.” (QS. Rum [30] : 54).

Bahkan pada momentum ayat yang lainnya, Allah dengan terang-terangan mengidentifikasikan manusia dalam keadaan yang begitu rentan terhadap hati. Dalam surah ke 70 ayat 19, Allah berfirman: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”,
Tidak berakhir di situ, kemudian Allah pun menjelaskan lagi perihal makhluk hidup yang akan membuat kita terangsang untuk lekas mengintropeksi diri, muhasabah, dan kembali kepada khittah kehidupan cinta, yakni firman yang berbunyi selang dua ayat berikutnya, “dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”.

Ada banyak varian dari timbulnya problematika cinta, salah satunya bagaimana kita salah mengelola qalbu dalam cinta.Qolbu adalah wilayah yang urgen dalam kehidupan, hingga Rasulullah saw pernah mengeluarkan hadisnya yang menyentuh,

“Ketahuilah sesungguh dalam jasad ada segumpal darah. Jika ia baik seluruh jasad akan baik pula. Jika ia rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.”

Banyaknya manusia yang terpuruk dalam cinta dan dikuasai hawa nafsu tak lepas karena kita telah menggantungkah harapan kepada selain Allah. Merasa diri sombong dengan meletakkan ayat-ayat ilahi sebagai prioritas kedua dalam mengatasi permasalahan kita.

Salah Satu Kunci Kenyamanan Hidup Dimulai Dari Bagaimana Kita Mampu Membangun Suasana Hati

Saudaraku, belajar dari kisah cinta Sayyid Quthb, percayalah bahwa hati yang cemas, kikir, gelisah, kotor, dan merasa lelah menjalani hidup, dikarenakan kita sudah meletakkan standar-standar duniawi sebagai syarat kebahagiaan hakiki. Kita rela menyiksa hidup dengan syarat-syarat wahn yang sebenarnya tak bisa kita lakukan. Kalau kita mau jujur, kesemua itu malah jauh dari sumber kebahagiaan yang sebenarnya, yakni ketenangan hati untuk bagaimana kita selalu berusaha dekat dengan Allah.

Saudaraku, Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu pernah berkata bahwa “Tidak sempurna keselamatan qalbu seorang hamba melainkan setelah selamat dari lima perkara: syirik yang menentang tauhid, bid’ah yang menyelisihi As-Sunnah, syahwat yang menyelisihi perintah, kelalaian yang menyelisihi dzikir dan hawa nafsu yang menyelisihi ikhlas.” Hamba yang memiliki qalbun salim akan selalu mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia yang mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkan tempat di surga.

Saudaraku, salah satu kunci kenyamanan hidup dimulai dari bagaimana kita mampu membangun suasana hati. Jika hati kita ikhlash dan bersih dengan penuh ketawadhuan, sesuatu yang kita pandang hina jadi sedemikian mulia, yang tadinya kita pandang kurang ternyata teramat cukup, sesuatu yang kita lihat kecil dan tak berdaya berubah jadi sangat besar dan penuh makna, dan apa yang kita lihat sedikit, ternyata terlampau banyak. Dan itu di mulai dari bagaimana kita hanya bergantung kepada Allah dan menjadi Allah sebagai satu-satunya zat yang mampu membuat kita bangkit setelah terjatuh.

Sekarang pertanyaannya apakah kita mau melepaskan segala ukuran ideal kehidupan kita, kesombongan kita atas pilihan yang jauh dari genggaman kesanggupan kita. Kini, apakah kita juga rela berhenti sejenak melepas atribut keduniawian kita untuk menghadap one by one dengan Allah dengan berkata jujur di depan SinggasanaNya.

Jika kita berani, rasakanlah ada aliran kesejukan dan ketenangan yang sebelumnya tidak kita rasakan. Ia menentramkan. Ia pun mampu merubah paradigma kita tentang cinta, hidup, dunia, ujian, dan sebagainya sama sepertia yang Sayyid Quthb rasakan. Jika kita masih bergeming, yakinlah sebenarnya itu kembali kepada diri kita pribadi.
“Maka apabila hari kiamat telah datang. Pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada tiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabb dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu maka sesungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Naziat [79] : 34-42)

Oleh:  Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi
Dikutip dari note facebook penulis
sumber: shoutussalam.com
(zafaran/muslimahzone.com)

(http://muslimahzone.com/)
read more

14 Mar 2012

Game yang Menghina Agama Islam

Game adalah salah satu hiburan yang sangat dan sangat digemari orang, apalagi remaja dan anak-anak. tapi tanpa kita sadari, lewat permainan game tersebut kita telah di jajah oleh orang kafir. Dijajah dalam hal waktu, yang bisa membuat kita lupa Sholat, dijajah dalam hal keimanan melalui game.

Orang-orang kafir secara tidak langsung menghipnotis kita, agar kita tertarik dengan apa yang kita mainkan, dan lama-kelamaan kita menggilainya, bahkan merasa bahwa apa yang dimainkan tersebut adalah nyata. Ok sob , ini ada beberapa game yang mungkin secara sengaja atau tidak telah menghina islam . Saya sangat prihatin sob , karena game-game ini  justru game yang disukai remaja dan anak-anak islam, bahkan saya mengaku dengan jujur, pernah memainkan game ini dan sempat menggilainya "Ya Allah Ampun ya Allah ''. ini sob daftar game-gamenya :

DEVIL MY CRY 3
                                                                        
Nah Game ini belum pernah saya mainkan sob,secara garis besar game ini menceritakan seseorang yang bertugas untuk menentang syaitan, dan caranya adalah dengan memasuki sarang setan yang terdiri dari 12 pintu. Dan Mari kita lihat unsur penghinaanya.


Sobat bisa melihat pintu tersebut, pintu tersebut adalah jalan menuju alam setan. pertama kali saya lihat pintunya saya merasa biasa saja, tidak ada yang aneh. dan setelah saya bandingkan dengan gambar yang ini...

Sobat tau ini gambar apa ??? ini adalah Pintu Ka'bah,dengan sengaja pintu dalam game ini dibuat persis menyerupai pintu ka'bah. dengan maksud, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan maksud menghina kita semua umat islam, karena telah menyembah sarang setan (ka'bah). Mari kita telusuri lagi...
                                                                                      
                                                                                
Sobat bisa lihat dengan JELAS , gambar yang dilingkari tersebut adalah lafadz ALLAH. Akankah sobat semua terima dengan penghinaan ini, kalau saya sangat tidak terima sob...
lanjut ke game berikutnya :
CLIVE BARKER UNDYING
                                                                          
Game garapan EA Games ini juga belum pernah saya mainkan sob, tapi saya sering melihat anak-anak kecil memainkan game ini dengan khusu' dan serius sob , ya saya merasa maklum. namanya juga anak kecil, tapi ternyata yang membuat mereka betah memainkan game ini adalah karena mereka digoda sama setan sob. secara tidak sadar mereka sambil bermain game juga sambil ditemanin setan. makanya betah sob. game ini juga mengisahkan perlawanan terhadap setan. dan letak penghinaannya adalah di saat memasuki istana setan. terdapat lafadz Allah di dindingnya :
 
Gambar diatas merupakan gambar istana setan. dan sobat bisa lihat sendiri. dengan jelasssss !!! terpampang tulisan arab dan Lafadz Allah. Nauzubillah... ini seolah-olah mengatakan bahwa siapa saja yang menyembah Allah adalah sekutu setan.
Astagfirullah...semoga yang buat game ini di azab oleh Allah .Aminn !! Lanjut ke game berikutnya :
PRINCE OF PERSIA
                                                                              
Game yang berlatar tempat di Persia atau sekarang adalah Kawasan Iran,Irak,Mesir ini secara keseluruhan memang bertemakan islam, seorang pangeran yang ceritanya membalas dendam ini memang dengan kasat mata tidak ada unsur penghinaanya terhadap islam. tapi setelah di selidiki,unsur penghinaanya adalah :

Sobat bisa lihat pedangnya pangeran dastan. bertuliskan Arab yang Artinya ''“Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW). lantas dimana unsur penghinaanya ??? didalam Game ini pangeran membunuh siapa saja yang menghalanginya ... dan membunuh prajurit-prajurit persia, tahukah sobat bahwa prajurit persia adalah muslim. secara tidak langsung game ini mengatakan bahwa ajaran Rasullulah yang disebarkan adalah ajaran membunuh. dan mengatakan bahwa umat islam adalah kaum barbar. Nauzubillahmindzalik..
GUITAR HERO 3
                                                                              
Orang yang memainkan game ini sob , dibuat mabuk !!! seolah-olah merasakan lantunan lagu dan jingkrak-jingkrak seperti yang di game,tanpa mereka sadari .Game ini menghina islam dengan Telak dan Jelas.mari kita lihat :

Apakah sobat terima ???? kalo saya Sangat TIDAK terima. Lafadz ALLAH dengan jelas terpampang dilantai panggung dan di injak-injak.dan coba sobat lihat latar belakang panggung adalah setan-setan semua. Nauzubillah,semoga Allah yang maha perkasa menghukum dengan hukuman yang pedih :
RESIDENT EVIL 4
Game yang bisa dibilang seru dan digemari remaja ini merupakan salah satu game yang menghina Islam sob, di dalam Game ini diceritakan seorang yang bertugas mengemban misi menyelamatkan dunia dari ancaman zombie (mayat hidup) dan zombie disini adalah dikategorikan jahat dan wajib di bunuh. Unsur penghinaannya sebenarnya sudah ada sejak pertama kali main, tapi yang sangat Jelas adakah saat Leon memasuki Sarang Zombie . Pintu tersebut terdapat simbol Iluminati dan pintu tersebut dibuat persis dengan pintu Pintu Omar Bin Khattab, Masjid Nabawi. Mari kita lihat :

Lambang Asli Iluminati pada pintu tersebut

di bawah ini adalah pintu Umar Bin Khattab

Gabungan dan Unsur penghinaannya adalah :

Sangat jelas bukan??! gambar kaligrafi dari pintu umar bin khattab dibuat sama persis tanpa diubah Tulisan Kaligrafi yang Berlafadz Nabi Muhammad. dan di tindih dengan lambang iluminati .Nauzubillah...kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sarang zombi , berpintu dengan lafadz Nabi Muhammad SAW, jadi maksud dari penghinaan ini adalah , kita semua umat islam pengikut nabi Muhammad SAW digambarkan zombie yang wajib dimusnahkan dari muka bumi.


sumber: http://zilzaal.blogspot.com/2012/02/game-yang-menghina-islam.html?spref=fb
read more

14 Feb 2012

Aku Shalat, Puasa, Bersedekah, dan berbuat Baik.. tapi Mengapa Tak Satupun Keinginanku Dikabulkan?

Seseorang mengeluh pada Ustadz, ‘Dimanakah keadilan Allah, telah lama aku meminta dan memohon padaNya namun tak pernah dikabulkan.. aku shalat, puasa, bersedekah, berbuat kebajikan.. tapi tak satupun keinginanku dikabulkan. Padahal seorang teman yang ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk, tapi apa yang dimintanya terkabul dengan cepat. Oh sungguh Allah tidak adil..’

Ustad berkata, ‘Pernahkah engkau didatangi pengamen?’

‘Pernah, tentu saja’ Kata orang itu serius.

‘Bayangkan jika pengamen itu berpenampilan seram, bertato, bertindik, nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?’ Orang itu menjawab, ‘segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku’

‘Lalu bagamana jika pengamen itu besuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kau lakukan?’ ‘Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan tambah lagi..’, kata orang itu sambil tertawa.

‘Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita hambaNya. Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenciNya berdoa dan memohon padaNya, mungkin akan dia firmankan pada malaikat ‘Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan pintanya. Tapi bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja Allah berfirman pada malaikatNya : Tunggu. Tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..’

Simak hadith Qudsi ini:
“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]
Kesimpulan kisah di atas? Selalulah bersangka baik pada Allah karena kita tidak tahu apa yang terbaik bagi diri kita..Subhanallah…
read more

8 Feb 2012

114 Arti Surat Dalam Al-Qur’an


SURAT KE:      NAMA SURAT      ARTI SURAT
1 AL-FATIHAH Pembukaan
2 AL-BAQARAH Sapi Betina
3 ALI ‘IMRAN Keluarga Imran
4 AN-NISAA’ Wanita
5 AL MAIDAH Hidangan
6 AL AN’AM Binatang Ternak
7 AL ‘ARAAF Tempat Tertinggi
8 AL-ANFAAL Harta Rampasan Perang
9 AT-TAUBAH Pengampunan
10 -YUNUS Yunus
11 -HUD Hud
12 -YUSUF Yusuf
13 AR-RA’D Guruh
14 IBRAHIM Ibrahim
15 AL-HIJR Negeri Kaum Samud
16 AN NAHL Lebah
17 BANI ISRAIL Keturunan Isra’il
18 AL-KAHFI Gua
19 -MARYAM Maryam
20 -THA-HA TaHa
21 AL-ANBIYAA’ Nabi-Nabi
22 AL-HAJJI Haji
23 AL MU’MINUN Orang-Orang yang Beriman
24 AN NUR Cahaya
25 AL-FURQAAN Pembeda
26 ASY-SYU’ARAA Para Penyair
27 AN-NAML Semut
28 AL-QOSHOSH Cerita-Cerita
29 AL ‘ANKABUT Laba-Laba
30 AR-RUUM Bangsa Romawi
31 -LUQMAN Luqman
32 AS-SAJDAH Sujud
33 AL-AHZAB Golongan yang Bersekutu
34 AS-SABA’ Kaum Saba’
35 -FATHIR Pencipta
36 -YAASIN YaSin
37 ASH-SHAFFAT Yang Bersaf-saf
38 -SHAAD Sad
39 AZ ZUMAR Rombongan-Rombongan
40 AL-MUKMIN Orang yang Beriman
41 HAA MIIM AS-SAJDAH Ha Mim As-Sajdah
42 ASY-SYUURAA Musyawarah
43 AZ-ZUKHRUF Perhiasan
44 AD-DUKHAAN Kabut
45 AL-JAATSYIAH Yang Berlutut
46 AL-AHQAAF Bukit-Bukit Pasir
47 -MUHAMMAD Nabi Muhammad SAW
48 AL-FATH Kemenangan
49 AL-HUJURAAT Kamar-Kamar
50 QAAF Qaf
51 AZ-ZARIYAAT Angin yang menerbangkan
52 ATH-THUR Bukit
53 AN-NAJM Bintang
54 AL-QOMAR Bulan
55 AR-ROHMAN Yang Maha Pemurah
56 AL-WAAQI’AH Hari Kiamat
57 AL-HADIID Besi
58 AL-MUJADALAH Wanita yang Mengajukan Gugatan
59 AL-HASYR Pengusiran
60 AL-MUMTAHINAH Perempuan yang Diuji
61 ASH-SHAF Barisan
62 AL-JUM’AH Hari Jum’at
63 AL MUNAFIQUN Orang-Orang yang Munafik
64 AT-TAGHAABUN Hari Ditampakkan Segala Kesalahan
65 ATH-THOLAAQ Talak
66 AT-THAHRIM Mengharamkan
67 AL-MULK Kerajaan
68 AL-QOLAM Kalam
69 AL-HAAQQAH Hari Kiamat
70 AL-MA’ARIJ Tempa-Tempat Nain
71 -NUH Nuh
72 AL-JIN Jin
73 AL-MUZZAMMIL Orang-orang yang Berselimut
74 AL-MUDDATSTSIR Orang yang berkemul
75 AL QIYAMAH Hari Kiamat
76 AD-DAHR Masa
77 AL MURSALAAT Malaikat yang Diutus
78 AN-NABA’ Berita Besar
79 AN-NAZI’AAT Malaikat-Malaikat yang Mencabut
80 -’ABASA Ia Bermuka Masam
81 AT-TAKWIIR Menggulung
82 AL-INFITHAAR Terbelah
83 AL-MUTHAFFIFIN Kecurangan
84 AL-INSIQOQ Terbelah
85 AL-BURUUJ Gugusan Bintang
86 AL-THORIQ Yang Datang di Malam Hari
87 AL-A’LAA Yang Paling Tinggi
88 AL-GHOSYIYAH Hari Pembalasan
89 AL-FAJR Fajar
90 AL-BALAD Negeri
91 ASY-SYAMS Matahari
92 AL-LAIL Malam
93 ADH-DHUHA Waktu Dhuha
94 AL-INSYIRAH Kelapangan
95 AT-TIIN Buah Tin
96 AL-’ALAQ Segumpal Darah
97 AL-QADR Kemuliaan
98 AL-BAYYINAH Bukti yang Nyata
99 AZ-ZILZAAL Keguncangan
100 AL-’AADIYAAT Kuda Perang yang Berlari Kencang
101 AL-QAARI’AH Hari Kiamat
102 AT-TAKATSUR Bermegah-Megahan
103 AL-ASHR Masa
104 AL-HUMAZAH Pengumpat
105 AL-FIEL Gajah
106 -QURAISY Suku Quraysy
107 AL-MAA’UUN Barang-Barang yang Berguna
108 AL-KAUTSAR Nikmat yang Banyak
109 AL-KAAFIRUUN Orang-Orang Kafir
110 AN-NASHR Pertolongan
111 AL-LAHAB Gejolak Api
112 AL-IKHLASH Kemurnian Keesaan Allah
113 AL-FALAQ Waktu Subuh
114 AN-NAAS Manusia
read more

22 Jan 2012

Bahagia Itu Adalah...

Semua orang pastilah mengharapkan kebahagiaan datang dan selalu melingkupi hari- hari mereka. Namun ada dari mereka yang masih bingung tentang apa arti bahagia dan bagaimana caranya agar mereka mendapatkan kebahagiaan itu.

Kebahagiaan, bukan terletak dalam penuhnya gudang uang yang tersimpan rapi dalam rumah, namun lebih dari itu adalah gabungan dari besarnya penghambaan diri kepada Allah, ketiadaan meminta pada manusia karena tercukupi, dan penguasaan hati serta nafsu, yang tersimpan rapi dalam sebuah kalbu manusia yang berhati suci.

Kebahagiaan adalah ketika ketika kita dapat melakukan lebih banyak hal untuk lebih banyak kebahagiaan orang lain, bahkan saat diri mereka tidak lagi dapat membahagiakan dirinya sendiri. Subhanallah, lihatlah jiwa- jiwa yang ikhlas itu, yang diciptakan allah di dunia seperti pabrik kebahagiaan yang siap disebar luaskan untuk mendamaikan hati, dan meluaskan dada sesamanya yang terasa sempit karena cobaan hidup. Dan dalam hati mereka pun berbisik, tak apa jika mereka menghabiskan banyak waktu mengurus kepentingan demi kebahagiaan orang lain, dan Insyaallah sebagai balasannya, Allah yang akan mengurus kepentingan dan membahagiakan mereka.
Kebahagiaan adalah kepuasan batin atas tercukupinya kedamaian bagi orang lain. Dan lihatlah para manusia ajaib yang begitu tenang itu. Mereka mencoba mendamaikan orang lain, dengan terlebih dahulu mengkondisikan hati dan pikirannya agar terlebih dahulu terkondisikan. Dan setelah itu, bukankah juga kedamaian akan menjadi hak mereka?

Kebahagiaan sejati adalah ketika Ridho Allah terengkuh oleh kita atas setiap nafas, jejak kaki, kata hati dan  perilaku kita. Tanyakan kepada para mereka yang kaya, apakah masih akan ada sebuah lubang kesedihan dari diri mereka. Pastilah jawabannya iya, karena dunia ini memang tidak sempurna, dan kebutuhan akan dekatnya Allah atas batin dan jiwa yang lapar akan kasih sayangNya, itulah yang dapat menyempurnakan kebahagiaan batin mereka. Meskipun manusia dalam gelimang harta, namun jika hal itu tidak mereka punyai, maka mereka tak lebih dari seorang yang tidak berpunya. 

Dengan definisi apapun, ternyata kebahagiaan hanya berarti satu. Kebahagiaan adalah karena Allah, bersama Allah, dekat dengan Allah, mengenalNya dan merasa memilikiNya dalam jiwa dan keseharian kita. 
Maka berbahagialah, wahai manusia yang senantiasa melekatkan hatinya, mensandarkan harapannnya hanya kepada Allah dan tidak mengkhianatinya walaupun dia tengah sendiri...

Berbahagialah wahai jiwa- jiwa yang damai yang tahu bagaimana cara mensyukuri sebuah kebahagiaan dan pandai berterimakasih selalu kepada sang pemberinya...

voa-Islam
read more

24 Des 2011

"Nyanyian Surga" Sang Mantan

Ketika perpisahan menjadi garis takdir kehidupan, sebagian orang yang mengalaminya menganggap seolah dunianya sudah berakhir. Selanjutnya, hampir lepaslah pula iman dari batinnya. Dendam dan amarah, serta sakitnya disakiti muncul dan bahkan hampir saja menutup mata dan hatinya. 

Dan, disayangkan sekali, bagi manusia seperti itu proses melemahkan hatinya sendiri dengan membabi buta, mencoba mengabarkan kepada dunia tentang segala uneg- uneg, penyesalan, dan penghakiman yang tiada lain ditujukan kepada mantan istri atau suaminya, seakan menjadi sebuah kegiatan yang akan sangat menyita waktu hidupnya. Tujuannya hanya satu, simpati manusia dan berharap mereka akan membenarkan atas apapun kebenaran, kesalahan dan kedukaannya.

Tapi....
Sadarilah saudaraku, bahwa pasanganmu dahulu, jugalah hanya manusia yang sama sepertimu. Manusia yang dianugrahi kelebihan dan kekurangan, akal, dan nafsu, yang sekali lagi adalah persis sama seperti dirimu. Kau memang berhak sakit dan marah, karena mungkin kau memang terluka, tapi apa hakmu sampai kau menjadikan dirimu begitu asing dengan dirimu sendiri, karena saking berubahnya dirimu yang menjadi begitu jahat sekarang ini.

Sadarilah saudaraku, bahwa "ocehan"mu, fitnah dan segala upayamu merendahkan mantan pasanganmu, walau hal itu benar ataupun salah, tak lain bukan justru mengangkat harga dirimu dan meletakkanmu pada tempat yang lebih terhormat, namun sebaliknya, hal itu akan menjurumuskanmu pada permainan takdir yang lebih menyedihkan. Kau sangat menyedihkan.

Kreativitasmu dalam mengolah kata, yang kau kira bisa mencemarkan diri dan kehormatannya, nyatanya malah menjadi bumerang yang justru menghilangkan tabungan pahalamu sendiri. Saksikanlah bahwa justru semua itu menjadi sebuah nyanyian surga untuk dirinya. Lihatlah, ternyata sekarang kau lebih sangat menyedihkan. Dan lihatlah bahwa ternyata dia lebih harus berbahagia karena tindakanmu itu. Hal ini Juga menggambarkan, bahwa dia telah jauh melangkah walaupun dengan keadaan seperti apa, sedangkan kau masih hanya meratap. Apakah kau mau kesimpulan dalam hatinya berkata, ternyata memang tepat jika dahulu dia memilih berpisah darimu?. Lihatlah kau ternyata benar- benar sangat menyedihkan.

Siapapun pasti tak menginginkan perpisahan, namun jika hal itu ternyata telah menjadi garis hidupmu, maka satu- satunya cara untuk menyembuhkan lukamu adalah baikkan dirimu. Mengapa begitu? supaya kelak kau mendapat pasangan yang lebih baik dan lebih membaikimu. Baikkan diri dan hatimu dengan banyak belajar dari kekurangan dan kesalahanmu dimasa lalu. Dan baikkan diri mantan pasanganmu dengan menutup kesalahannya, serta memberinya jeda waktu untuk memperbaiki hidupnya sendiri. Bukan malah merepotkan dan menambah beban hidupnya karena ocehanmu tentang aib kalian berdua terdahulu.

Sungguh, kau berdua pernah berbagi kesukaan dan kedukaan, dan sungguh dia pernah berbuat baik kepadamu walaupun mungkin juga banyak menyakitimu. Namun, bukan hakmu untuk menghakimi kebaikan dan keburukannya. Biarkan Allah yang menghandle semua itu, tanpa kau harus kurang ajar dengan merasa lebih tahu. Bukankah PR kehidupan tentang proyek perbaikan dirimu kedepan masih lebih membutuhkan perhatian, dari pada sekedar kamuflase penyelamatan nama baik dengan merendahkan kehormatan saudaramu, mantan pasanganmu dahulu.

Jika kau memang baik dan menilai dirimu seharusnya pantas diperlakukan dengan lebih baik, maka berbuat baiklah. Inilah kesempatan emas yang diberikan Allah kepadamu untuk membuktikan. Berlakulah baik kepada mantan pasanganmu, sehingga mungkin, mungkin akan terbetik penyesalan dalam hatinya, dan akan membalas dirimu dengan kebaikan yang sama.

Allah sang maha Rahman dan mencintai kebaikan. Dan bukankah kau ingin selalu dicintaiNya?. Maka berkariblah dengan kebaikan, karena kebaikan tiada lain bermuara pada surga, kemuliaan dan kedamaian. Dan salah satu cara menjadikan kau lebih baik, adalah juga dengan memaafkan.

Maafkanlah dirimu karena telah begitu lalai dalam memilih pasangan. Maafkanlah dirimu karena telah begitu lemah dalam kontrol hati dan sikapmu sehingga kau harus menyakiti orang lain dan memaksanya berpisah denganmu. Maafkanlah dirimu, karena dengan tangan dan mulutmu sendiri yang mengusahakan dia menjadi bagian dari jalan takdirmu, dan ternyata berakhir seperti ini. Maafkanlah mantan pasanganmu atas segala kekurangan dan kekhilafannya, serta jangan lupa, doakanlah semoga dia dan kau akan lebih berbahagia kelak, walaupun tak lagi harus bersama. Setelah itu, bukankah kau akan terlihat sangat lebih cantik?....
read more